Masa Kecil ku (III)

Oh ya, seperti yang telah aku ceritakan sebelumnya, bahwa aku tinggal di sebuah kota kecil dipesisir utara pantai sumatra. Daerah yang cukup panas, dan karena terletak pada dataran rendah dan ditepi pantai.

Rumahku memiliki halaman yang cukup luas, sekitar 30x 50m. Cukup lega memang, dihalaman belakang rumah ibuku menanam cabe, jagung, singkong, pisang, mangga, kelapa, jambu biji (kami menyebutnya perawas), jambu air, rambutan, pepaya, tebu, daun pandan, lengkuas, jahe, serai, kumis kucing, kunyit dll (aku baru sadar sekarang kalau halaman belakang rumah ku cukup banyak tanaman). Sedangkan dihalaman depan ayah ku suka menanam bunga, melati, mawar, anggrek, kamboja, sedap malam, dan banyak jenis bunga yang aku tak begitu hapal namanya. Halaman samping kanan rumahku, sudah aku garisi (niatnya si supaya gak ditanamin hehehe) buat lapangan badminton. Waktu itu usiaku masih sekitar umur 5 tahunan. Saat itu aku lagi senangnya bermain badminton. Oh ya, di komplek rumah ku tepat nya di satu blok dibelakang rumah ku terdapat lapangan badminton. Tapi aku dan teman-teman seusia ku tidak diperkenankan oleh bapak-bapak komplek kami untuk turut serta bermain badminton. Akhirnya dengan sengaja aku”tek”halaman samping rumah ku untuk kepentingan aku dan teman-teman ku bermain badminton. Namun sayangnya, kock nya sering nyangkut diatap rumah. Bila kock nyangkut, aku akan kebagian memanjat atap rumah melalui tiang anttena tv, waktu yang dibutuh kan sekitar 5 menit. Karena kock sering nyangkut diatap rumah kadang-kadang aku tak kebagian maen, cuma nunggu kock nyangkut diatap. Soalnya kalo naek turun terus kaki ku pegal. Walhasil aku cuma jadi ball boy.. Tapi aku cukup bangga, karena diantara teman-teman ku di sekitar komplek ku cuma aku yang memiliki nyali memanjat hehehe… yang lain?? seng ada lawan…Satu cuma yang aku takutkan kalau sudah berada diatas atap, ayah ku pulang! Alamat pasti di libas pake ikat pinggang.. ato sapu lidi….

Selain bermain badminton aku juga hobi bermain layangan. Untuk urusan yang satu ini ayah ku adalah orang terbaik dalam membuat layangan. Mulai dari layang hias (kami menyebutnya layang darat) sampai layang yang cuma berbentuk persegi. Layangan buatan ayahku sangat gampang diterbangkan, berbeda bila aku membuat sendiri. Cerita soal layangan, aku memiliki sobat masa kecil yang cukup kreatif yang hingga saat ini blom bisa kutiru, namanya Suyat, entah mengapa ibuku menyebut nama nya Kiat walaupun sudah berkali-kali aku ingatkan nama sebenarnya bocah ini, namun ibu selalu memanggilnya dengan nama yang salah. Suyat dari keluarga yang tidak begitu memiliki, boleh dibilang susah. Sangking susahnya kadang-kadang bajunya sobek dan gak dijahit, atau kalau aku ikut makan dirumahnya kami cuma makan kerupuk, nasi ditambahin garam dan kecap. Kami cukup dekat bahkan sangat dekat, jika dirumah aku jarang mau makan, dirumah Suyat aku bisa makan dan nambah, hehehe, jika kupikir2 kok tega2 nya ya aku. Oh ya, ibu Suyat bekerja sebagai tukang cuci pakaian, menyeterika, membersihkan rumah penduduk komplek ku. Sedangkan Ayahnya seorang petani sawah tadah hujan, kadang-kadang berladang.  Kembali kesoal kreatifitas, walaupun Suyat tidak memiliki uang untuk membeli layangan atau membuat layangan, namun dia bisa membuat layangan dengan bingkai lidi dan bahan dari kantong kresek!! dan kerennya bisa terbang…. Dari Suyat aku belajar membuat benang gelasan, membuat mariam dari kaleng, membuat ketapel dan cara menggunakan nya.

Selain Suyat, teman-teman sepantaran ku disekitra rumahku adalah Ade (sekarang menjadi saudagar kain di Tenabang Jkt), Bukit (Depkeu Direktorat Pajak di Medan) Otto (HSBC jakarta), Ibob (Staff Dinas Pertambangan & Energi Pemprov Riau), Jaya(Staff Zona Industri Dumai), Oon (Staff Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Dumai), Titin (buka praktek dokter dengan suaminya di Dumai), Uul (nerusin usaha babehnya di kota yang sama), Adi (Manajer Studio Band didumai), Sony (local musiciant di dumai), Elke (buka praktek dokter dibogor apa surabaya ya??), Merry (dokter dibandung), Opan (staaf Bussan otofinance di Dumai), Yoan (musiciant gak jelas), Iir, Imam dan Emir (ketiganya kakak beradik beda 1 tahun udah gak jelas kabarnya, mereka pindah ketika aku kelas 6 SD kejambi).

Dulu, setiap sore kami (anak2 cowok) suka bermain layang-layang dilapangan komplek kami, atau bermain sepak bola, main perang-perangan, maen tonggak dingin (petak umpet). Oh ya, kami bermain setelah sholat Ashar, siangnya kami belajar ngaji di madrasah baiturrahman dengan Alm Ustad Abukasim, Bapak Ustad H.Usman atau dengan Ustad Bang Syukri.

Oh ya, dimadrasah aku memiliki banyak kecengan (sekadar suka hehe). Diantaranya Ina, Fitri (dah nikah hehehe), dan Yuni. Ina dan Yuni tak pernah kuketahui hingga kini kabarnya. Ke madrasah aku menggunakan sepeda, abangku yang mengkayuh dan aku bonceng dibelakang. Soal abang ku yang satu ini, dia cukup baik dan protektif terhadap diriku. Dia sangat memegang amanat ayah ku untuk keep protect me. Dimadrasah aku paling suka berkelahi dengan senior ku. Diantaranya Bang Iwan, Bang Aulia. Jarak mereka dengan diriku sekitra 3 tahun. Aku memang selalu mencari masalah, dan bila berkelahi aku selalu kalah. Namun bila aku berkelahi abang ku akan datang membantu, dan kami selalu menang. Sebenarnya ini adalah cara ku mengajak abang ku berkelahi hehehehe sorry bro!, Soalnya orang nya pendiam dan gak mau cari masalah. Namun bila adiknya dipukulin, jangan harap tu orang bakal lepas dari pitingan nya sebelum Pak Ustad turun tangan. Walaupun kami kecil, tapi kalau sudah bergabung gak satupun anak-anak dimadrasah yang berani mengganggu. Abang ku jarang digangu karena selain ia jago ngaji dan gak suka cari masalah. Biasanya aku digebukin diwc atau ditempat wuduk. Dan hebatnya aku gak pernah ngadu ke abangku, karena emang aku bukan pengadu. Tapi akan lain kejadian nya jika aku digebukin dihadapan abangku. Life is beautiful….

Advertisements

One Reply to “Masa Kecil ku (III)”

  1. I was suggested this blog through my cousin. I’m not certain whether or not this submit is written by him as nobody else understand such detailed approximately my trouble. You are amazing! Thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s